Sabtu, 12 Juli 2014

Puisi Keluh Kesah Hidup by. Comic Sunda

aku akan mere beja sama kamu
tentang kesakitan hidup
dengan emosi yang mengental
tentang cinta dan luka
seperti gua yang menganga
kenapa harus aku yang menjadi bahan olokan ?
sekalian saja jadi bahan bangunan
biar kamu bisa nguriak
aku mengeluh dengan hidup ini
aku selalu dicurigai
aku bertamu ke rumah orang
dibangsatkeun
aku ngetrekkan awewe di jalan
di copetkeun
aku ke indomaret
dituturkeun kasir
marukana urang rek maok
enya da emang enya beungeut urang mah beungeut siksaeun

aku mengeluh dengan hidup ini
aku melamar kerja teu ditarima
pajarkeun urang tatoan
pliss
pliss deuleu beb
ini mah bukan tatto
ini mah balas bogo
hayang usaha sorangan
boga modal tujuh rebu lima ratus
rek usaha naon ???
Ternak Buyur ???
Terus mun buyurna geus jadi bangkong
dek dikumahakeun ?
maneh daek dahar bangkong ???
aku mengeluh dengan hidup ini
boga kabogoh goreng patut
keur mah goreng selingkuh jeung tukang rujak beubeuk !
Adil teu ???

aku mengeluh dengan hidup ini
punya cinta tapi tak dicintai
ketika ada yang cinta aku
dia tak mau mengatakan
kalo cinta itu bilang
bukan diem ajah
bukan tanpa hare
bukan nuar tangkal

aku mengeluh dengan hidup ini
aku selalu disalahkan
gunung meletus salah aku
kamu putus salah aku
tukang batagor rodana tijengkal salah aku
megawati moro langlayangan salah aku
aku nelfon pun salah sambung
 
aku mengeluh dengan hidup ini
punya anjing diracun
punya kucing dipaok
punya gebetan ditikung
punya cinta diabaikan
punya rasa diacuhkan

aku demo ke gedung dpr
mencoba merebut hakku yang direbut oleh siluman spion kenca
aku ngaduruk ban ditengah jalan
balik - balik karek sadar
singhoreng
urang ngaduruk ban motor sorangan
jakarta - bandung kapaksa nyingkreuh

Ahh ... sudahlah
Pokoknya

Aku mengeluh dengan hidup ini ...

Sabtu, 05 Juli 2014

Capres yang baik memiliki pendukung yang baik.


 
http://www.suara-islam.com/read/index/10945/Prabowo-Subianto-Alias-Omar


Assalamualaikum Pak Prabowo,
Izinkan saya memulai  tulisan ini dengan mengatakan HAIIIIIIIIII!!!!
Tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak akan terlalu formal gak apa-apa ya Pak. Tulisan ini gak ada maksud untuk mengintimidasi atau menghujat kok hehehe. Hanya ingin menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan saja sekaligus sebagai ajang eksis.

Ngomong-ngomong Bapak pusing gak sih Pak dengan kompetisi pencapresan saat ini? Karena banyak sekali pegguna social media yang sepertinya sudah pusing dan jenuh dengan status atau komentar saling serang antar pendukung. Tapi hanya antar pendukung kok Pak karena kalo urusan serang menyerang antar tim sukses yang pernah saya lihat beberapa kali di media elektronik dan cetak tidak akan saya bahas di tulisan ini. Saling serang antar pendukung di social media biasanya terjadi karena beberapa pendukung tidak terima jika capres dukungannya sedang direndahkan atau dijelek-jelekkan, baik itu fitnah atau memang benar adanya.

Dengan jujur saya katakan bahwa saya pernah melakukan itu hahaha. Saya mengupdate status yang kurang baik di facebook lalu diserang pendukung lawan yang tak terima. Tapi yang diserang sebetulnya bukanlah saya pribadi tapi justru menyerang saya dengan menghujat Bapak selaku capres yang saya dukung. Untuk itu saya minta maaf, karena ulah saya Bapak jadi dihujat oleh orang yang tidak Bapak kenal. Tapi saya janji gak akan lagi-lagi kok Pak, kan saya sudah mengakui dan menyesali.

Akibat perbuatan saya itu, saya coba membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang Prabowo Subianto yang disebut sebagai pelaku penculikan, pelanggar HAM, capres yang katanya berkoalisi dengan cara bagi-bagi jabatan, katanya punya 2 kewargnegaraan, capres yang cawapresnya adalah ayah dari pelaku tabrakan maut dan banyak hal lainnya yang saya dapat dari sana sini. Belum lagi bapak juga diejek tukang kuda, jomblo dll.

Sebenernya banyak banget sih Pak berita negatif tentang Bapak ketimbang berita positifnya hihihi. Mungkin Itu resiko ya Pak kalau tidak jadi seseorang yang media darling. Herannya, apapun berita negatif  itu, saya kok masih yakin ya untuk mendukung Bapak menuju RI 1???
Apa mungkin karena saya membayangkan bagaimana rasanya menjadi Bapak kemudian saya melihat melalui beberapa media bagaimana Bapak bersikap?

Pokoknya saya tetap yakin untuk mendukung Bapak walaupun Bapak mungkin bukan capres paling baik di bumi pertiwi ini. Urusan salah dan benar tentang Bapak biar jadi urusan Bapak dengan-Nya saja. Toh kebenaran akan menemukan jalannya sendiri tanpa perlu Bapak berkoar.

Oh iya, saya juga agak bingung dengan semua alasan yang dilontarkan tim yang satunya lagi yang mengatakan Bapak begini begitu padahal Bapak kan pernah menjadi cawapres mereka di pemilu 2009 lalu dan mereka tidak mempermasalahkan apapun dari pribadi Bapak pada saat itu. Tapi sekarang kok ya Bapak itu jadi semacam musuh besar mereka ya? (Abaikan.)

Sekarang di socmed banyak sekali lho Pak ajakan ini itu tentang dukungan terhadap capres, diantaranya:
1. Ajakan STOP menjelek-jelekkan capres cawapres manapun karena salah satu diantaranya akan memimpin negeri ini nantinya. 
2. Ajakan STOP saling serang karena bahkan jadi pendukung fanatik sekalipun tidak akan mendapat apresiasi dari kedua capres
 3. Ajakan untuk santai saja di masa kampanye ini karena siapapun yang terpilih tetap tidak akan mengubah nasib ekonomi pribadi kami selain diri kami sendiri.

Ketiga ajakan itu sebenarnya baik dan mudah-mudahan akan sedikit mengurangi panasnya suasana persaingan antar pendukung kedua capres, agar siapapun yang nanti menang, Indonesia tetap damai. Karena itu saya mulai belajar menjadi pendukung yang baik. Dimulai dengan berusaha untuk tidak menjatuhkan capres lainnya sekalipun itu dengan berita yang benar (tapi suka gak tahan juga sih.), tidak terpancing emosi saat capres dukungan saya dihujat, terakhir membantu Bapak dengan doa agar Tuhan yang membolak balik hatilah yang menggerakkan hati seluruh rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang terbaik.

Hal ini saya lakukan karena saya melihat sikap Bapak. Bapak saja yang bahkan kalau marah pun rasanya sangat wajar atas semua tuduhan kok ya bisa santai. Lalu kenapa saya tidak? Capres yang baik akan memiliki pendukung yang baik, itu aku hehehe. Saya mendukung Bapak dan tidak meminta apresiasi apapun atas dukungan saya, namun bukan berarti saya gak punya harapan atas kepemimpinan Bapak kelak jika terpilih.
Seandainya nanti Bapak jadi presiden, Bapak tidak perlu memenuhi janji-janji Bapak dimasa kampanye ini karena kami sudah terbiasa dengan pemimpin yang obral janji. Lagi pula kami yakin Tuhan itu maha adil dan cepat perhitungan-Nya. Lagipula Bapak memang tidak akan serta merta bisa mengubah nasib kami satu persatu jika nanti jadi presden. Karena hal itu tergantung bagaimana usaha kami sendiri dalam meraih rezeki dari-Nya.

Saya hanya percaya bahwa pemimpin kami kelak Insya Allah bisa membantu memberikan kemudahan dalam proses kami mengubah nasib kami pribadi. Maka jika kelak Bapak Insya Allah terpilih, bolehkah bapak mempertimbangkan beberapa keinginan saya?
Keinginan itu cukup banyak sih, diantaranya:
1. Pembebasan biaya pendidikan wajib belajar 12 tahun, baik itu biaya bangunan, SPP, pembelian Lembar Kerja Siswa, pembelian seragam dari pihak sekolah.
2. Bisakah Bapak nanti menetapkan biaya minimal dan maksimal untuk biaya kuliah yang diterapkan oleh pihak kampus baik pada perguruan tinggi negeri maupun swasta?
3. Bisakah SISTEM OUTSOURCING benr-benar musnah dari negeri ini seperti yang pernah Bapak utarakan?
4. Tolong sampaikan kepada bawahan-bawahan Bapak agar mulai mempermudah proses administrasi rakyat dari mulai tingkat kelurahan hingga ke tingkat teratas. Karena diminta menyuap oleh oknum petugas juga sudah ada mulai dari lingkup terbawah kok Pak. 
5. Bagaimana jika biaya berobat ataupun rumah sakit mulai digratiskan untuk semua kalangan (ini mungkin agak berlebihan.)
6. Bolehkah hukuman untuk koruptor sedikit agak lebih membuat jera mereka?
7. Bagaimana jika rakyat miskin jangan diberi Bantuan Langsung Tunai karena sungguh tidak tepat sasaran. Kenapa tidak diberikan bantuan pinjaman dana usaha saja yang disalurkan perkelurahan dengan segala macam kemudahan saat meminjam dan mengembalikan pinjaman yang tentunya juga disertai dengan binaan dan pengawasan usaha.
8. Bisakah stok buku diperpustakaan sekolah ditambah dan terus diperbaharui. Kemudian diadakan perpustakaan perkelurahan untuk dinikmati masyarakat umum.
9. Tekan pengusaha swasta di negeri ini untuk memberikan upah minimum yang layak bagi karyawannya.

Itu dulu lah pak, sekedar usul tambahan, Bapak kan punya program-program memajukan desa. Nah untuk program-program Bapak itu nanti, tolong jangan limpahkan pelaksanaan tugas itu langsung pada kepala desa beserta stafnya. Usul saya, bagaimana jika Bapak merekrut orang baru saja mulai dari lulusan SMA hingga S1 yang kemudian ditugaskan 5 sampai 8 orang perkelurahan atau desa. Setelah sebelumnya dibekali dengan ilmu dan prosedur kerja melalui tahapan pelatihan tentunya. Kan lumayan pak sekaligus mengurangi jumlah pengangguran juga.

Kenapa saya usulkan demikian, karena ada beberapa oknum kepala desa yang kadang sering tidak bijak dan menyelewengkan amanah hingga masyarakat tidak sepenuhnya menikmati program-program cerdas pemerintah pusat.

Sebenarnya sih banyak yang ingin saya sampaikan tapi nanti saja kita obrolkan jika ada kesempatan bertemu sambil menikmati segelas kopi dan lapis legit, hehehe.
Wassalamualaikum Pak Prabowo, doa kami beserta Bapak di bulan ramadhan penuh berkah ini, SEMANGATTTTT!!!!!!!!!

#PrabowoHatta
#SelamatkanIndonesia
#IndonesiaSatu

Sabtu, 28 Juni 2014

Sayangku


Hanya air mata 
Dan sesal kurasa 
Di depanku kau bercinta
 

Kau ingkari janjimu
Tuk setia bersamaku
Kini kau bunuh hatiku
 

Ku tak ingin dengar ratapanmu
Dan ku tak kan lagi menyentuhmu 
Pergi dan jangan kembali 
Ku ingin sendiri
 

Perjalanan panjang cinta kita
Sekejap kau hancurkan selamanya 
Inikah takdir untukku
Dicintai tuk disakiti
 

Ku tahu kau masih sayang 
Dan menyesali sgalanya
Ooh sayang maaf ku tak bisa 

Jangan kembali 
Ku ingin sendiri

Dicintai tuk disakiti
by: Ari


Cinta yang dulu ada mungkin sudah menguap atau memang sejak awal tak pernah ada cinta.
Kami yangmemilih untuk menjalani hingga selama ini. Kami punya andil yg sama untuk setiap salah dan benar.

Mungkin aku yg salah karena tulus mencintainya.
Hingga tak ada lagi tantangan untuknya.

Sayangku, maaf aku membuatmu mencintaiku untuk menyakitiku. 


Aku terlalu hanyut dalam hayalan drama cinta yang indah. Aku lupa dunia nyata, dimana seseorang gak selamanya bisa bersikap manis sama aku dan memberikan perhatian yang tulus. Aku lupa bahwa terkadang beban hidup membuat cinta jadi gak begitu penting untuk seseorang.
Aku harus benar-benar sadar dan bangun dari tidur panjangku. Membuang jauh-jauh tentang hayalan cinta yang indah. Juga bayangan laki-laki gagah,manis dan perhatian tulus sepanjang waktu yang cuma ada di dalam dongeng.
Aku bersyukur pernah mengalaminya tapi harus sadar gak setiap saat bisa merasakannya.






Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
Cukup indahkah dirimu untuk s'lalu kunantikan 
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku 
Mampukah kita bertahan disaat kita jauh
 
Seberapa hebatkah kau untuk kubanggakan
 Cukup tangguhkah dirimu untuk s'lalu kuandalkan
 Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang 
Sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang

Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu 
Hanya kaulah yang benar benar memahamiku 
Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan 
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan  
Diantara perih aku s'lalu menantimu 

Mungkin kini kau t'lah menghilang tanpa jejak 
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku s'lalu menunggumu disini 
Bila saja kau berubah pikiran


Seberapa pantas
by SO7

Jumat, 27 Juni 2014

Adilkah Ini (Engga Ngerti)

 
bukan tanpa alasan Tuhan mempertemukanku denganmu



 
Kita telah memutuskanTak lagi bersama 
Karna rintangan yang ada
Tak henti menghadang
Haruskah ku menepis resah ini
 

Salahkah aku atas perasaan ini 
Yang tak mampu menutupi
Aku masih cinta kamu 
Biarkan aku pilih jalan tuk sendiri
Tanpa harus ada lagi
Cinta selain dirimu
 

Mengapa harus keyakinan memisah cinta kita 
Meski cintamu aku
 

Sesungguhnya aku kangen kamu
Dimana dirimu 
Aku ngak ngerti
Dengarkanlah kau tetap terindah
Meski tak mungkin bersatu 
Kau selalu ada di langkahku
 

Keyakinan yang memisahkan kita 
Buat ku bertanya adilkah ini?
 

Haruskah ku menepis rasa ini 
Salahkah aku atas perasaan ini 
Yang tak mampu menutupi 
Aku masih cinta kamu
Biarkan aku pilih jalan tuk sendiri
Tanpa harus ada lagi
Cinta selain dirimu, kasih


Adilkah Ini (Engga Ngerti)


Audy and Rio Febrian by. Youvie Widianto 





Tuhan sedang mengajarkan kita cinta kasih

Sabtu, 21 Juni 2014

FREE! Gak harus repot MOVE ON.


Kemarin aku belajar arti ketulusan dan keikhlasan. Bahwa tulus ikhlas adalah melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaik, tapi bukan berarti tidak mengharap balasan. Karena Tuhan sekalipun menjanjikan reward untuk setiap perbuatan baik dan buruk hingga setiap hamba boleh mengharap balasan itu.
Begitulah selama ini aku membiarkan diriku ikut serta dalam menghadapi hal-hal sulitmu walau itu bukan tanggung jawabku karena aku tahu kau baik dan karena aku ingin melakukan yg terbaik untuk seseorang yang kuyakin tercipta untukku.
Juga karena kamu menjadi penggembira hati yang juga pernah tulus padaku dimasa tersulitku.



Kamu bukan yang paling bersalah karena aku pun tak sepenuhnya benar. Kita punya andil yang sama dalam hubungan ini.
Aku selalu menerima baik kekurangan juga kelebihanmu. Terima kasih karena kau pun menerima kelebihan yang menutupi kekuranganku.
Sedikit kecewa saat kekuranganku jadi alasanmu tapi aku tak kan memaksamu untuk jadi penyempurna kekuranganku karena itu aku pergi.
Aku menerima kekuranganmu karena aku tahu kita bisa sama-sama memperbaikinya tapi yang kudapati kau terus menerus seenaknya menyakiti hingga membuatku jadi semakin rendah diri.


Selama ini kumaafkan dan terus kumaafkan engkau bukan karena aku bodoh tapi karena engkau ada dihatiku yang kucintai dengan tulus penuh kesabaran.
Tapi kini saatnya kita hibernasi.
Jika salah satu dari kita bertemu yang lebih baik maka itu adalah rencana-Nya.



Seringnya engkau tak pernah peduli dengan semua yg kulakukan untukmu. Maka kutinggalkan engkau kini karena kau terus menerus bersikap agar aku menjauhimu.
Mudah? Enggak kok.
Aku menangis
Aku murung
Aku marah
Aku kecewa
Tapi ini untuk yang terbaik dan hidup harus terus berlanjut meski tanpamu.




Terkadang engkau harus berjalan pergi meninggalkannya, untuk mengetahui apakah dia berjalan mengikutimu.
Jika tidak, move on.
-Mario Teguh-


Aku tau kau tak memperjuangkanku karena masih memikirkan perempuan itu. Kau membiarkanku pergi begitu saja.
Sekuat apapun kau tak peduli atas kepergianku, jauh di lubuk hatimu aku percaya kau pun merasakan hal yang sama denganku.
Suatu saat yang entah itu kapan, kita akan kembali bersama dalam kebersamaan yang indah karena aku masih yakin tentang dirimu yang tercipta untukku hanya saja sekarang kita masih sama bodohnya.
Sekarang, aku tak harus memaksa diriku untuk repot move on karena Tuhan sedang menuntunku untuk move up dengan indah. Aku cukup menikmati proses perih ini saja demi hadiah dari-Nya.
 




Aku pikir sebaiknya aku pergi menjauh agar kau menemukan tujuan hidupmu dan bisa mendapat perempuan lain yang akan jadi hasil pantulanmu yang lebih baik dariku.
Karena perempuan adalah cerminan dari pribadi si laki-laki, maka biar perpisahan ini menjadi sebuah hukuman untukku yang tak bisa jadi hasil pantulanmu seperti yang kau inginkan.

Aku salah kamu salah tapi kunikmati saja proses cinta yang berubah jadi benci ini dan biar waktu yang membuat kita bisa saling memaafkan dengan saling mendoakan kebaikan.
Kita sama-sama belajar dalam perpisahan. Sekarang kita sama-sama bebas dari belenggu karena akupun tahu bukan hanya aku yang tersiksa selama ini, aku sadar apa kesalahanku padamu yang membuatmu juga jadi merasa terbelenggu selama ini.
Bagimu mungkin aku adalah perempuan terburuk dimatamu. Jadi melangkahlah dengan perempuan lain yang tentu tak akan bersifat seburuk aku.
#SUTRIYANINGSIHMANIK



Jika engkau ingin merasa damai, damailah.
Jika engkau ingin berbahagia, berbahagialah.
Engkau tidak merasa berbahagia, karena engkau merasa berbahagia itu sulit

Dan engkau menolak mencoba mendamaikan dirimu, karena engkau sangat yakin bahwa mendamaikan diri itu tidak mudah.

Sudahlah, ikhlaslah.

Cobalah yang selama ini tidak kau coba.
Mengapakah engkau suka mempertahankan yang tidak mendamaikan dan membahagiakanmu?
 

Sudahlah, ikhlaslah.
Damaikanlah hatimu.
Bahagiakanlah jiwamu.
Mario Teguh