Selasa, 11 Juni 2013

Kenapa Harus Mendatangi Dukun?


Berawal dari status Bbm Ruby sahabatku yaitu “Colak colek Astral!” yang aku lihat di recent updates. Responku saat itu hanya bisa berkata di dalam hati “What?” dan ngerasa aneh plus agak-agak serem juga ya karena buat aku astral itu sama dengan Hantu, Genderuwo, Kuntilanak, Wewe gombel, Jin dan sebangsanya. Aku tahu Ruby memang agak ‘abnormal’ sih hehe dan aku kenal mahluk berfisik ini sejak dari zaman SMA dulu sekitar tahun 2001, kami pernah aktif bersama dikegiatan ekstrakulikuler sekolah bernama Hikmatul Iman yaitu organisasi ekskul tentang bela diri, metafisika, pengobatan, olah pernafasan dan mengolah energi alam yang besar. Kupikir ekskul ini cocok untuk aku yang pengen jadi jagoan tapi sayangnya otak dan kemampuanku ternyata nggak nyampe untuk mencerna semua yang diajarkan di Hikmatul Iman jadi aku memutuskan untuk balik kanan dan harakiri (lebay haha).

Konsentrasi adalah masalah bagiku karena bagiku itu sulit sedangkan di HI banyak hal yang dipelajari dan semua mebutuhkan konsentrasi jadi ya aku mundur deh trus ikutan Tae Kwon Do dan tetap rajin bergabung dengan anak-anak HI soalnya jika mereka sedang berkumpul bersama Kang Jim dan kawan-kawan obrolannya selalu seru dan untuk aku yang doyan sekali ngobrol pasti jadi betah deh. Mereka-mereka yang bisa berkonsentrasi, otak, pikiran dan fisiknya mampu mencerna yang diajarkan di HI lalu muncul dengan kesaktian mandraguna, jempol banget dah pokoknye. Ada Aas Susanti yang bisa memotong besi hanya menggunakan tangan padahal orangnya sangat cupu, hehe peace! Tapi beneran deh Aas tuh sakti dan berhasil ngusir mahluk astral waktu Pratiwi kesurupan di Cimanggu. Ada yang bisa menginjak api kayak kuda lumping tapi aku nggak tahu siapa namanya. Disiram air keras dan tidak apa-apa seperti si Ruby. Mas Soen bisa berantem ngelawan 10 orang sekaligus, yo opo kabare Mas? Kang Hilmi bisa ngelompatin 10 orang dan Kang Sasroni Sagala yang memecahkan bagian bawah botol dengan sentuhan kecil juga banyak lagi deh personil-personil Hikmatul Iman 387 yang hade alias bagus alias juara dan yang pasti semua kekuatan mereka itu didapatkan tentu dengan sebuah proses dan ketekunan dan yang pasti itu semua bisa dijelaskan dengan logika bukan hal mistis ataupun kekuatan dari Om Jin.

Mahluk astral sendiri memang bukan lagi hal yang aneh untuk anak-anak HI dan itu juga ada penjelasan logisnya. Mahluk-mahluk astral itu memang benar-benar ada hanya saja dimensinya berbeda dengan kita dan perlu energi yang besar untuk bisa saling berkomunikasi. Kita mahluk bumi yang terbuat dari tanah adalah mahluk dimensi 3 yang berfisik, lalu astral itu mahluk dimensi 4 terbuat dari api dan malaikat mahluk dimensi 5 yang terbuat dari cahaya. Kupikir mungkin jarak antar dimensi 3, 4 dan 5 sama seperti jarak antara Galaksi Bimasakti dengan Galaksi Andromeda yang membutuhkan jutaan tahun cahaya untuk menempuhnya, mungkin lho ya! Ini hanya pendapatku saja.

Dari pembicaraan dengan Ruby aku jadi tahu bahwa sekarang ilmu klenik sedang ngetrend lagi karena heboh Eyang Kubur dan heboh undang – undang santet. Karena kehebohan ini orang-orang yang labil menurut Ruby justru malah mendekati hal-hal klenik sebagai solusi atas masalahnya dan meningkatkan omset pendapatan dukun namun adanya persekutuan manusia dengan mahluk lembut atau mahluk astral menimbulkan keresahan pada beberapa orang karena mahluk astral jadi sering mengganggu urusan beberapa manusia lain dan Ruby dengan kemampuannya mengolah energi alam mulai sedikit membantu untuk meminta sang astral kembali ke dimensinya dan meminta mahluk astral untuk tidak melakukan tindakan apapun yang bersifat mengganggu manusia melalui colekan.
Percaya? Aku jelas percaya untuk hal gaib karena itu ada dalam agamaku contohnya di QS Al-Baqarah ayat 2-3 dan karena Tuhanku sendiri juga gaib. Dia adalah Zat yang tidak berwujud namun kasih sayangNya selalu terasa luar biasa dan kebesaranNya sangatlah nyata. Percaya hal gaib bagiku artinya adalah mempercayai sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh panca inderaku tapi percaya hal gaib semisal santet, pelet dan apalah namanya bentuk persekutuan manusia dengan mahluk lembut, aku tidak begitu yakin karena itu pasti akan memerlukan energi yang besar untuk saling berhubungan antar dimensi yang mungkin jaraknya ribuan mil bahkan jutaan tahun cahaya.

Memang sih sudah beberapa minggu ini tayangan televisi dirumahku selalu ramai oleh Eyang Kubur dan beberapa minggu yang lalu juga ada pro kontra RUU pasal santet tapi itu tayangan televisi dirumahku lho, televisi di rumah kalian bagaimana, sama tidak? (Memang kau hidup dimana Sutri? │Aku di dimensi 5 haha!). Tadinya aku no respon dan tidak tertarik membahas 2 masalah ini tapi jadi pengen tahu juga siapa sih Eyang Kubur yang lagi heboh dan ternyata dia adalah kakek sakti pemikat hati wanita beristri 8, waw yang merasa tampan dan mapan tapi masih lajang jelas anda kalah oleh Kakek ini. Soal Eyang bisa nyantet atau tidak, aku belum bisa memberi pendapat soalnya belum pernah berbincang langsung. Mungkin dia adalah laki-laki yang sakti dalam menaklukan hati wanita tapi masa iya sih dia juga sakti menempuh jarak antar dimensi! Mungkin nanti aku bisa ngobrol langsung dan semoga dia tidak akan menaklukkanku, haha. Tapi jika Adi Bing Slamet dkk mengatakan Kakek ini bisa nyantet dukun dong namanya bukan guru spiritual! Karena dukun itu kan tidak sama dengan guru spiritual walaupun berkedok agama tertentu, dukun tetaplah dukun. 

Berbicara tentang santet, orang-orang yang berprofesi sebagai tukang santet termasuk heboh pasal santet maka aku jadi tertarik juga untuk bercerita kepada para Kompasianer. Ruby menjelaskan padaku bahwa santet itu secara Fisika sama dengan Teleportasi dimana secara molekular sebuah benda dipecah ke bagian terkecil, diubah menjadi energi, dipancarkan kepada target sasaran santet lalu disusun ulang kembali pada tubuh target tersebut. Sama halnya seperti Teleportasi , Santet membutuhkan software yang handal dan energi yang besar dan disinilah jin mengambil peran untuk menjadi software dan si dukun seolah jadi sumber energi. Jadi yang bekerja sebagai hardware adalah dukun dan jin sebagai software. Bila santet sudah dikirim, si dukun pasti akan kehabisan energi selama 3 hari sampai 1 minggu. Harus recovery, latihan lagi atau beristirahat hingga energinya pulih kembali tapi hubungan ini dilarang Allah karena menggunakan teknologi dari dimensi lain bisa cek QS Al-Jinn surat 72 ayat 6.

Sebelumnya aku tidak mengerti penjelasan Ruby lha wong nilai Fisika ku saja zaman dulu yang paling bagus itu adalah 5. barudeh dari www.fisikanet.lipi.go.id aku menjadi tahu bahwa Teleportasi itu adalah sejenis moda transportasi jarak jauh yang rangkaian peralatannya hanya ada di laboratorium khusus yang biasa digunakan untuk menguji masalah Fisika kuantum di sebuah universitas di Amerika Serikat yaitu di Universitas Innsbruck. Dengan Teleportasi kabarnya kita bisa menempuh jarak 40.000km dalam hitungan detik. Jangan bayangkan ini alat transportasi seperti mobil, motor atau pesawat jet atau rocket karena Teleportasi itu tidak bermedium. Orang atau benda cukup hanya dilebur hingga ketingkat atomik kemudian ‘dikirim’ melalui sinyal elektromagnetik dan segera dibentuk kembali sesuai wujud semula berikut sifat-sifat aslinya saat tiba ditempat tujuan dengan teknik yang tidak kalah canggih. Dalam benakku Teleportasi itu mirip alat kepunyaan robot yang jika tidak salah bernama Alfa dalam film Power Ranger dimana salah satu Ranger masuk ke dalam satu tempat lalu dengan beberapa tombol yang ditekan oleh Alfa “Trinng” sang Ranger sudah berpindah ketempat lain.

Mungkin seperti itulah santet yang bekerja dengan tangan mahluk astral sebagai alat Teleportasinya. Mungkin karena kecanggihan di dunia dimensi 4 sudah lebih hebat dari pada kita di dimensi 3 maka si Jin bisa mengubah jarum, rambut, paku, kulkas, mobil, meja, kursi, lemari hingga menjadi bagian yang terkecil dan memasukkannya kedalam tubuh manusia target sasaran santet. Dan energi si dukun adalah energi untuk berkomuikasi dengan mahluk dimensi 4 itu dan komunikasi antar dimensi ternyata sudah berlangsung sejak dulu kala, tidak hanya dinegara ini tapi juga dinegara lain seperti Afrika, India dll.

Waduh para koruptor seharusnya menggunakan jasa santet dukun yang punya alat Teleportasi canggih nih dikemudian hari. Cukup menaruh saja uangnya pada alat Teleportasi kemudian uang dilebur kebagian terkecil lalu dikirim menggunakan sinyal elektromagnetik ke brangkas para koruptor dan uang akan muncul didalam brangkas dengan wujud semula dan jikalau ada investigasi pasti tidak akan ketahuan darimana sumber uangnya. Ah koruptor nggak melek teknologi sih, cupu!
Alat teleportasi yang ada di laboratorium itu nyata sedangkan jika Jin yang jadi alat teleportasi itu kan tidak terlihat dan jika diperkarakan jelas santet sulit dibuktikan karena tidak semua orang memiliki kemampuan tembus dimensi sehingga bisa menginterogasi Jin yang digunakan sang dukun sebagai alat Teleportasi dalam praktek layanan jasa santet seperti perdebatan Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang ramai dibicarakan.

Saat membaca penjelasan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin di http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2404/1/Kontroversi.Pasal.Santet yaitu tentang aturan dalam RUU KUHP yang tidak untuk membuktikan benar atau tidak terjadinya santet namun dengan pasal itu maka seseorang yang menjanjikan atau menawarkan jasa menyantet orang lain bisa dilakukan tindak pidana. Kata Pak Amir ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari tipu muslihat, penipuan, atau adanya niat jahat satu dua orang untuk mencelakakan orang lain sedangkan santetnya sendiri bukan urusannya KUHP.

Setiap orang yang berupaya menawarkan kemampuan magisnya bisa terancam pidana lima tahun penjara. Aturan tersebut diatur dalam Bab V tentang Tindak Pidana terhadap Ketertiban Umum yang secara khusus dicantumkan dalam Pasal 293. Berikut ini kutipan pasal yang mengatur tentang santet dan ilmu hitam lainnya itu:
(1) Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penderitaan mental atau fisik seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV
(2) Jika pembuat tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, maka pidananya ditambah dengan sepertiga.” 

Ealah ternyata aku salah to. Maaf, maklum lha wong saya dengar beritanya sepintas sih. Pantas Pak Permadi protes lha wong pasal cuma untuk sang dukun dan tidak menjerat pengguna jasa sang dukun. Kalau demikian silahkan itu jadi perdebatannya antara dukun dan yang godok undang-undang saja, saya sih tidak ikutan. Tapi sepertinya bisa dicoba untuk mencari alat canggih berenergi dahsyat ketika yang godok studi banding keluar negri. Agar nanti alat itu bisa menjadi media yang akan membuktikan keberadaan Jin yang digunakan dukun atau mungkin jalin kerjasama saja sekalian antar dimensi sehingga akan ada aturan penggunaan jasa tenaga kerja mahluk dimensi 4 haha.

Untuk yang menggunakan jasa santet, teluh, gendam, pelet atau mau nyantet dan hal-hal klenik lainnya dengan tujuan menyakiti orang lain sebaiknya hati-hati karena hukum alam itu dahsyat lho dan apa yang ditabur maka akan dituai. Dan bukan maksud menggurui tapi jika ada yang mendekati hal-hal klenik untuk rezeki, ketenangan, jodoh dan lain-lain waduh kok ya itu terasa jadi agak konyol ya. Kenapa harus mendatangi dukun? Kata orang-orang itu mendekati syirik lho karena yang menciptakan dukun dan mahluk dimensi 4 adalah Sang Empunya Jagat raya jadi langsung saja untuk urusan rezeki, ketenangan batin dan jodoh langsung diurus kepada-Nya melalui doa dan usaha tanpa perlu surat pengantar dari Kelurahan. Percaya kepada yang gaib harus tapi tidak untuk bersekutu dengan mahluk dimensi 4 atau menggantungkan sesuatu kepada selain pemilik alam semesta.
Pembicaraanku dengan Ruby:
Aku : “Kemarin juga ada tuh orang pinter, dukun atau apalah namanya yang keukeuh minta aku untuk datang ketempatnya By dan katanya dia aku itu sakit gara-gara begituan dan dia bisa nyembuhin aku dengan bantuan mahluk begituan juga. Halah pusing ke otak aku. Toh kupikir sesuatu nggak akan terjadi kalo Allah nggak izinin. Jadi aku minta izin sembuh dan minta Allah minjemin aku kesehatan lagi saja diparengi ikhtiar kesembuhan dengan terapi.”
Ruby: “Sutri, Ruby juga nge-cek dari sini kayaknya ada masalah pembuluh darah di tengkuk atau otak gitu. Gak ada intervensi asing, itu hanya bukti kasih sayang Allah saja buat Sutri. God loves us, even when we gone and forgot about God’s existence.”
Aku : “Aku pun 100% yakin ini semua terjadi dengan penjelasan medis kok By dan juga kehendakNya By. Karena kan jelas-jelas kemarin aku pecah pembuluh darah di otak kanan By.”
Ruby: “Pilihan kamu sudah bener. Karena kolesterol bukan?”
Aku : “Bukan By tapi karena hipertensi bawaan lahir aku. Aku udah di vonis hipertensi dari kelas 5 sd dan kemarin pas pecah pembuluh darah baru deh ketahuan ternyata ada kelainan di pembuluh darahku yang tipis bawaan lahir.”
Ruby : “Oh Hipertensi. Mesti minum rebusan Batrawali atuh. Babeh saya juga darting dan setiap pagi minum itu kalau mulai terasa. Suka sakit kepala nggak kalo kambuh?”
Aku : “Aku mah nggak ngerasa apa-apa By sebelumnya tapi semenjak pembuluh darahku pecah, sekarang kalau tensiku naik mulai deh aku ngerasa pusing. Di rumahku ini Mamah dan Papah hipertensi By. Menurun ke aku dan Naomi adik aku yang nomor 4. Papah sudah duluan Stroke 3 tahun lalu dan sekarang ngggak bisa ngomong.”
R: “Tenang, bisa sembuh kok karena badan manusia bisa recover. Energi yang manusia miliki itu gede! Udah fitrah! Makanya percaya bahwa Tuhan itu ada dan semangat untuk sembuh juga untuk hidup!

Itulah sebagian perbincanganku dengan Ruby, sekalian Ruby juga meminta agar kita semua sama-sama ikut mendoakan saudara kita yang senang menggunakan jasa mahluk dimensi lain dengan segala sikap labilnya, mari kita doakan dan jadikan bumi ini penuh kekuatan positif manusia melalui doa agar mereka bisa segera menemukan kekuatan dan keimanan didalam diri. Diberikan nur, taufik dan hidayah agar berpegang kepada yang benar dan berdoa agar yang diberi kelebihan oleh Tuhan mau menggunakan kemampuannya untuk membantu sesama dengan ikhlas. Aamiin.

Stroke itu adalah pencuri yang jahat dan sangat terencana



 Ketika mentari menampakan dirinya dan perlahan-lahan mulai mengintip dunia pertanda pagi datang, setiap orang mulai beranjak dari peraduan dan Mamah akan memulainya dengan duka karena harinya selalu diawali dengan buruk. Kemampuan Papah semakin hari semakin menurun beberapa bulan ini, dia tidak mampu lagi mengontrol saat keinginan buang hajatnya datang. Ketika hasrat itu muncul dan dia beranjak dari tempat tidur untuk bersiap memenuhi panggilan alam, hasrat itu membuncah tak tertahan lagi padahal baru satu langkah dia bergerak. Dipagi yang lain terkadang dia bahkan belum sempat sama sekali bangkit dari tempat tidur dan di pagi lainnya dia berhasil masuk ke kamar mandi tapi kotoran itu kadang dibuang tidak pas pada tempatnya.
Kotoran tececer dan bisa kalian bayangkan betapa buruk awal hari Ibuku dengan suguhan yang sama sekali tidak menyenangkan itu dan menjadi wajar rasanya jika Mamah terkadang menjadi agak sedikit emosional, because she is just an ordinary human. Papah tidak mau menggunakan pampers dan akan marah besar jika kami memintanya untuk menggunakannya. Papah juga tidak mempan untuk di nasehati dan dia akan marah jika kami ingatkan dan wajahnya akan murung jika Rina adikku atau Ibuku agak mengingatkannya.
Tidak tega dan pedih rasanya melihat seseorang yang dulunya gagah tiba-tiba menjadi tampak begitu menyedihkan. Inikah yang alam semesta gariskan pada Papah untuk menjalani hari-harinya dimasa tua. Tuhan tolong peluk ayahku dan belai hatinya agar menjadi lembut kembali seperti saat dia masih sehat karena aku mengenalnya sangat dekat sepanjang hidupku dan dia adalah laki-laki penuh kelembutan semasa dia sehat dan dia adalah laki-laki pertama yang kucintai dimuka bumi ini.
Tulisan ini sebenarnya pernah aku tulis pada tanggal 25 Maret 2012 di blogku yang sepi lalu sekarang aku mencoba sedikit menambahkannya dengan kondisi Papah saat ini. Tulisan inilah yang akan menjadi awal ceritaku tentang Stroke yang ingin kubagikan pada Kompasianer. Sebetulnya aku ingin menulis tentang Seks untuk penderita Stroke seperti yang pernah kusampaikan ditulisanku sebelumnya tapi setelah kupikir-pikir aku ingin memulai ceritaku tentang Stroke dimulai dengan cerita tentang Papah yang lebih dulu menjadi seorang Stroke Survivor daripada aku agar menjadi gambaran untuk kawan-kawan dan mudah-mudahan bermanfaat agar lebih menjaga kesehatan karena sungguh Stroke itu adalah derita yang proses penerimaannya tidaklah mudah.
Aku mulai mencoba menulis pada tanggal 4 April 2013 tapi kuhentikan karena aku selalu teringat masa kecilku yang penuh kenangan dengannya sang pahlawan bijakku dan idolaku. Kenangan bersama seorang Ayah dan sahabat yang kupanggil Papah. Banyak bayangan muncul di benakku di tambah dengan derasnya hujan sederas air mata dari tangis hatiku setiap kali aku mencoba menulis dan ini suasana yang SEMPURNA!
Akhirnya aku hentikan tulisanku dan mulai larut dalam bayangan tahun 1993, tahun yang merupakan awal kepindahan kami dari tempat tinggal kami di Bojong Citepus ke tempat tinggal kami saat ini di Sadang. Kami pindah karena daerah Bojong Citepus adalah daerah industri dengan banyak pabrik dan selalu banjir hingga pinggang orang dewasa setiap kali musim hujan datang. Kondisi ini membuat Mamah sering sakit-sakitan dan Papah memutuskan untuk pindah dan jika tidak salah itu sekitar bulan Februari atau Maret aku lupa.
Karena saat itu aku sedang bersekolah, menurut Papah rasanya tanggung dan akan merusak fokusku jika aku pindah sekolah mendekati ujian kenaikan kelas dan karena sewa kontrak rumah kami di Bojong citepus juga belum habis, maka diputuskanlah agar aku tetap bersekolah di Bojong Citepus hingga lulus kelas 1SD dan itu adalah masa-masa awal duetku dengan Papah yang menjadikan kami partner terbaik. Aku berangkat sekolah dibonceng Papah dengan naik motor bebek warna merah dari Sadang ke SD Cangkuan VII di dekat Bojong citepus dan sementara aku bersekolah Papah akan menjaga warung di rumah kontrakan kami.
Saat aku pulang sekolah Papah akan membelikan lotek,oseng kangkung atau sayur lainnya untuk lauk kami makan siang dan sambil mengerjakan tugas sekolah aku akan membantunya menjaga warung hingga pukul 2 siang lalu bersiap pulang ke Sadang karena Papah juga harus belanja dan membantu Mamah yang juga kerepotan menjaga warung di Sadang sambil mengurus ketiga adikku yaitu Nur, Rina dan Naomi (saat itu adik bungsuku Arief belum lahir).
Siklus kehidupan tampak sibuk dan merepotkan saat itu hingga adikku Naomi menjadi korban. Badanya bengkak dan dibawa ke dokter disana sini, beberapa dokter mengatakan Naomi terkena Kanker dan entah penyakit menyeramkan apa lagi. Lalu Naomi dibawa ke rumah sakit dan divonis gejala tumor dan harus menjalani serangkaian perawatan tapi Mamah menolak dan memilih untuk membawa Naomi pulang.
Suatu hari Mamah akhirnya membawa Naomi ke tempat praktek Bidan Boru Siboro di daerah Babakan Tarogong yang juga merupakan tempat Naomi lahir. Bidan itu berkata bahwa Naomi terkena penyakit Beri-beri dan kurang diperhatikan soal gizi makanan dan terlalu sering dibiarkan tidur dilantai. Bidan itu lalu memberi Naomi sedikit vitamin dan menyuruh Mamah lebih memberi perhatian dan rutin memberikan bubur kacang hijau dan beras merah. Alhamdulillah akhirnya Naomi pun sembuh, dahsyat!
Aku akhirnya naik ke kelas dua dan Papah menyuruhku mendaftarkan diriku sendiri ke SDN Margahayu XI di Sadang yang jaraknya tidak jauh dari rumah dan cukup ditempuh dengan berjalan kaki saja. Ya aku mendaftarkan diriku sendiri dan saat itu Ibu Suyati yang menerimaku. Tentu saja untuk urusan biaya diurus oleh Papah keesokan harinya, dia menyuruhku hanya untuk melihat sejauh mana keberanianku dan aku berani, hebat kan! Setelah pindah sekolah kami akhirnya tinggal bersama siang dan malam di Sadang tanpa harus lagi ke Bojong.
Itulah potongan kenangan 20 tahun silam yang sekarang sering muncul dibenakku lalu aku membandingkannya dengan melihat kondisi Papah saat ini dan membuatku tidak berhenti menangis sehingga aku tidak mampu menulis apapun lagi. Semakin aku mencoba menulis, semakin banyak kenangan yang muncul disertai tangisan. Tangis sakit hati karena tidak tega melihat laki-laki yang dulu begitu gagah kini tanpa daya untuk mengurus kotorannya sendiri dan hatiku pedih melihat kondisinya dimasa kini.
Seharusnya dia sehat dan menyemangatiku saat aku sakit seperti ini. Aku tidak tega dan berharap penyakitnya berpindah padaku saja. Tapi dengan rekayasa Allah Sang Penguasa Alam Semesta, Dia memelukku tadi malam melalui obrolanku dengan Ruby sahabatku yang berakhir dengan curhatku. Ruby berkata bahwa aku takabur alias menganggap remeh kemampuan Papah seolah Papah tidak sanggup menjalani deritanya padahal janji Allah adalah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umat-Nya, so PAPAH PASTI SANGGUP, Papah hanya butuh motivasi dan aku harus menguatkan diriku sendiri lalu kami saling menguatkan satu sama lain.
Ruby mengatakan bahwa Aku harus bisa menjadi motivasi untuk Papah yang semangatnya sedang kendur agar ikut bangkit bersamaku. Menurut Ruby gelombang otak kami akan tersambung dan berkomunikasi. Aku hanya perlu berafirmasi saja yaitu berpikiran positif dengan membayangkan situasi atau keadaan yang kuinginkan secara berulangkali untuk mengesankan alam bawah sadarku sehingga memicuku untuk menimbulkanya dalam tindakan positif dan alam semesta akan merambatkannya kepada Allah dan Allah sudah berjanji akan mengabulkan permintaan umatNya asalkan Istiqomah dan tidak labil. Sederhananya berdoa, ikhtiar dan yakin. Thank you so much Ruby sang astral traveler kini aku sudah bisa melanjutkan kembali cerita tentang Ayahku tanpa air mata pedih.
Aku akui bahwa aku selalu merindukan solusi bijak Ayahku yang 3 tahun lalu, tepatnya 6 September 2009 telah dicopet oleh Stroke. Sore itu aku tiba di rumah setelah berjalan-jalan dengan Ononk dan aku melihat ada pemandangan yang tidak biasa. Mamah dan adik-adikku sedang berkumpul mengelilingi Papah “Papah kenapa Mah?” Tanyaku.
“Nggak tau lah Mamah, ditanya kenapa nggak jawab. Papah nggak bisa ngomong!” Jawab Mamah dengan wajah tenang. Wajah Ibuku sang perempuan hebat ini memang selalu tenang saat dihadapkan pada masalah tersulit sekalipun karena dia sudah menguasai dirinya dengan kesadaran penuh akan apa yang sedang dia alami. Dia sudah terlatih dengan kejutan kehidupan. Tapi tetap saja aku melihat wajahnya menyiratkan kekhawatiran mendalam yang coba ia sembunyikan dari siapapun.
Kejadian seperti ini sebetulnya sudah pernah terjadi sebanyak dua kali yaitu Desember 2004 dimana Papah tiba-tiba lemas lalu kesulitan menggerakkan kaki dan tangan juga kesulitan berbicara selama satu bulan tapi setelah itu pulih lagi tanpa sentuhan medis. Kemudian 17 Maret 2009 ketika Papah mengurus korban tabrakan sepupuku bersama Ononk di rumah sakit Al islam. Ononk mengatakan bahwa saat itu Papah tiba-tiba lemas dan kesulitan berbicara tapi tidak lama dan saat itu kami tidak memiliki pengetahuan apapun tentang Stroke termasuk kejadian 6 September 2009 saat Ayahku terkena serangan Stroke yang berhasil membawa pergi suaranya dan belum mengembalikannya hingga saat ini.
Hari itu kami tidak tahu dan paham apa yang terjadi, kami tidak paham tentang Stroke dan pertolongan pertama yang Mamah dan adik-adikku lakukan hanyalah membopongnya ke rumah lalu Papah beristirahat tapi keesokan harinya keadaan Papah tidak kunjung membaik, tangannya tetap kaku, Papah tidak bisa berjalan dan suaranya hilang. Berita ini kami kabarkan kepada keluarga dan mereka berdatangan satu persatu lalu membawa Papah berobat mulai dari pengobatan yang disebut pengobatan kampung juga dibawa ke pengobatan Cina di jalan Rajawali tapi tidak menghasilkan apapun.
Kemampuan berkomunikasi nya memburuk, dia hanya mampu berbicara tapi hanya kata-kata terakhir yang didengarnyalah yang mampu dia ucapkan. Dia bisa berpikir namun otak dan lidahnya tidak singkron dan dia akan kelelahan saat berjuang hanya untuk sekedar menyampaikan keinginannya. Untuk minta di antar pergi ke satu tempat yang dia mau saja bisa membutuhkan proses 1 sampai 2 jam hingga kami bisa mengerti maksudnya.
Diawal sakitnya aku justru menjauhinya karena aku tidak bisa menerima kondisinya saat itu dan aku mulai menyibukkan diri karena membenci situasi namun setelah aku merenung akhirnya aku tahu bahwa aku sedih tapi situasi ini pasti lebih menyedihkan bagi Papah. Terasa sulit tapi sudah tentu ini lebih sulit baginya dan setelah itu aku mulai mendekatinya dan setiap pagi aku mulai memijat kaki dan tangannya diteras rumah sambil menikmati matahari pagi dan aku akan selalu berkata kepadanya “Papah harus bersyukur, karena Tuhan ngasih Papah kehidupan ke-2 dan ngasih kesempatan Papah untuk belajar lagi. Setiap manusia itu kan mengalami proses belajar Pah mulai dari ngomong, proses belajar jalan dan proses lainnya dari waktu masih bayi dan itu yang Papah alami saat ini. Jadi kalo waktu Papah masih anak-anak saja Papah bisa melewatinya, sekarang pasti bakal lebih mudah untuk Papah melewati ini semua! Anak kecil itu kan selalu tanpa dosa Pah dan mudah-mudahan penyakit ini menghapuskan dosa-dosa Papah!” Kata-kata itu manjur dan mampu membuatnya tersenyum sambil mengacungkan ibu jarinya pertanda setuju dan sekarang kata-kata itu kutujukan untuk diriku sendiri, hehe.
Februari 2010 saat Papah sudah bisa sedikit berjalan walau sempoyongan dan mengkhawatirkan, aku berinisiatif untuk membawanya berobat ke RSHS dan barulah aku sedikit paham tentang Stroke. Papah mengalami Stroke akibat hipertensi dan ada sumbatan di pembuluh darah. Kami bolak-balik rumah sakit seminggu sekali. Dia mendapatkan terapi okupasi dan terapi wicara juga serangkaian tes yang melelahkan dari satu ruangan ke ruangan lain yang jaraknya lumayan menguras energi Papah dan aku selalu menuntunnya perlahan sambil menangis diam-diam.
Karena obat syaraf itu mahal sementara yang sakit adalah tulang punggung kami maka kami menyerah dan pengobatan pun dihentikan. Papah mulai menjalani terapi pijat tradisional sejak Juni 2010 yang diperkenalkan untuk pertama kali oleh salah satu kerabat Papah dan hasilnya kini kemampuan berjalannya sudah semakin baik demikian pula dengan tangannya tapi tidak dengan suara dan perilakunya karena kini dia benar-benar seperti anak-anak. Mudah marah, manja dan tidak bisa berkomunikasi karena gangguan pada pita suaranya.
Dulu dia tidak kenal menyerah, gigih berjuang untuk kami dan selalu memberikan ketenangan jika istri atau anak-anaknya mengalami masalah. Entah dari mana datangnya ketenangan pada dirinya, tapi itu adalah sikap yang selalu ingin aku tiru agar bisa sama dengannya. Dia selalu bisa memberikan petuah-petuah bijak atas semua masalah yang aku alami dan sekarang aku begitu membutuhkan dia untuk berbincang denganku. Aku ingin menceritakan semua kebingunganku atas sakitku, semua kekecewaanku pada diriku sendiri karena aku tidak menjadi perempuan yang tulus dan karena aku belum sepenuhnya meringankan beban Ibuku (”Maafin aku Mah!”), karena aku telah gagal menjaga adik2ku dari orang jahat bahkan dari diriku sendiri (”Maafin Kakak ya Gu, Na, Nda, Rif!”) dan betapa aku ingin bertanya banyak hal tentang pernikahan padanya.
Papahhhhhhh,, aku kangen. Kangen solusi bijak Papah. “Maafin aku Pah, cepet sembuh yu Pah. Kita balapan dan mari kita berduet lagi karena kita ini kan Duo Stroke Survivor yang hebat. Ayo Pah we do the best and let God do the rest.” Jika dulu dia adalah laki-laki yang hebat (kebanyakan setiap anak akan merasa Ayahnya lah yang terhebat dan begitu pun denganku!), kini pun dia tetap menjadi yang terhebat. Kenangan yang muncul adalah saksi kegagahannya dan sekarang kami akan membuat kenangan baru untuk masa mendatang tentang kegagahan duet kami. We are rocks!!!
Semoga cerita ini bermanfaat kawan-kawanku. Stroke tidak hanya merubah gerak fisik tapi juga perangai. Tidak hanya mempengaruhi penderitanya tapi juga orang-orang di dekatnya. Semoga ini menjadi pembelajaran karena kita bisa belajar dari pengalaman dan pengalaman itu bisa dari pengalaman orang lain.
Aku selalu berdoa agar apa yang kami para Stroke Survivor alami tidak lagi menimpa orang lain tapi jika itu terjadi maka kenali gejalanya dan lakukan penanganan secepatnya agar tidak mengalami kebodohan seperti kami saat Papah terserang Stroke. Lihatlah kawan-kawan Stroke menyerang Ayahku pada usia 53 tahun dan menyerangku pada usia 27 tahun dengan mengalami pecah pembuluh darah diotak kanan akibat hipertensi genetik yang aku tahu sejak aku kelas 5sd. Pada kalian kukatakan sungguh Stroke bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja dan kondisi pasca Stroke tergantung dari kecepatan penanganan saat awal serangan Stroke itu datang dan kami tidak cepat tanggap saat Stroke mencopet Papah.
Kusampaikan bahwa Stroke itu adalah pencuri yang jahat dan sangat terencana untuk merusak langsung ke inti saraf di otak. Pelan-pelan Stroke si pencuri mulai menjalankan misinya dengan cara masuk melalui arteri yaitu pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Dia membuat sumbatan, penyempitan dan bahkan memecahkannya tanpa belas kasih sehingga aliran darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang dan kau menjadi lengah.
Saat itulah dia mulai menjalankan aksi pencurian terkutuknya, Stroke mengambil fungsi gerak kaki, tangan, suara, memory dan Stroke yang tidak memiliki hati bahkan mencuri segalanya tanpa menyisakan apapun karena yang dia curi adalah nyawa. Hilang, lepas dan membawa korbannya pergi menjauh tanpa memberi kesempatan sedikitpun untuk saling mengucapkan salam perpisahan.
Jadi ayo tangkap Stroke dan kroni-kroninya. Lempar kejurang terdalam di tempat pengasingan yang jauh dan jangan biarkan dia mendekati siapapun. Jangan beri celah untuk Stroke sedikitpun. Dia adalah pencuri yang menyebalkan maka antisipasilah sobat, gagalkan rencananya agar jangan sampai kau kehilangan.

dance with my father again by Luther Vandros
If I could get another chance
Another walk, another dance with him,
I’d play a song that would never ever end
How I’d love love love, to dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me(yeah, yeah)
Then finally make me do just what my momma said
Later that night, when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me


 
Pa Dayat Ayah yang paling kami cintai, guru kami, kecintaan kami! Mari berjuang Jendral, jangan mnyerahhhh! Kembalilah Pah because we really need you. Liat kami anak-anakmu Pah, ingat sakit itu boleh jadi takdir tapi sehat adalah pilihan. I love you Mr.Hidayat Manik.

Seuntai doa: Ya Rabb, RancanganMu adalah yang terbaik dan mudah2an kesembuhanku dan Ayahku ada dalam RancanganMu. Sehatkan Ibuku dan tambahkan ketabahan dihatinya. Jauhkan adik-adikku dan Ononk dari marabahaya dan dari orang-orang yang berniat jahat Ya Allah. Pinjamkan lagi kaki dan tangan padaku dan Papah termasuk suaranya. Aamiin ya rabbal alamin.
Terima kasih untuk yang ikut mengaminkan doa ini :)
 
1365347968750042418
Hasil afirmasi yang kontan kudapat pagi ini 7 April 2013 sebuah bincang mesra ayah dan anak tentang banyak hal dengan bahasanya yang mulai kumengerti
13653481611427912913
Sebuah kenangan di Bojong Citepus bersama Nenek pemilik kontrakan, Aku berbaju biru sedang merangkul Nur yang berbaju Pink dan disampingku ada Papah menggendong Rina dan Mamah jongkok menggendong Naomi. Sejak dulu kami adalah team yang kompak dalam menghidupi hidup.
Stroke Story

Ketika Nafsu Birahi Meminta untuk Dilampiaskan, Kepada Siapa Harus Disalurkan?



Saat aku kelas 6sd yang artinya itu adalah Juni 1997 sampai Juni 1998. Itu adalah masa dimana aku masih lucu, hehehe, masa menstruasi pertamaku, masa dimana payudaraku mulai tumbuh dan perlu ditopang dengan miniset, juga masa dimana aku mulai berpikir untuk menjadi pacarnya Happy lengkapnya Happy Jimi Alkausaeri (gila masih aja gw inget namanya si anak laki-laki paling ganteng dikelasku dulu! Hehe) atau jadi pacarnya Riki yang biasa dipanggil Cecep anak kelas 6 sd lainnya yang satu gedung sekolah denganku karena disekolahku ada beberapa SD bebeda dalam satu gedung. Aku SDN Margahayu XI sedangkan Cecep SDN Margahayu III jika tidak salah.

Sejak SD aku memang sudah akrab dan lebih sering bermain dengan anak laki-laki dibanding dengan anak perempuan. Diantara mereka yang aku ingat ada Aji, Arief, Ridwan, Usep, Eman dan siapa lagi aku juga lupa dan aku juga sudah tidak tahu lagi dimana rimbanya mereka. Temanku para anak laki-laki pada masa itu juga sudah mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan dengan malu-malu mulai mendekati teman-temanku yang perempuan. Itupun selalu diikuti dengan ledekan sorak sorai teman yang lain kalau sampai ketahuan sedang berduaan atau ketahuan saat mereka pulang sekolah bersama.

Saat itu, kami semua baik anak laki-laki maupun anak perempuan sangat hobi main kucing-kucingan atau Uucingan dalam bahasa Sunda, bermain boneka kertas atau Sorodot gaplok khas anak Jawa Barat. Sebagian anak laki-laki suka sekali bermain kelereng, tapi diantara mereka rasanya tidak ada yang hobi menonton film bokep atau porno. Mungkin karena dulu aksesnya juga tidak semudah sekarang kali.

Beberapa anak-anak disekitar rumahku, saat ini ada banyak yang sedang berada di jenjang sekolah dasar dan ada beberapa juga diantaranya yang sudah kelas enam SD. Tingkah lakunya ya tidak jauh beda kok dengan anak-anak seangkatanku dulu. Mereka terlihat normal dan natural terkecuali satu kebiasaan beberapa anak laki-laki yang sering berkata kasar tapi selebihnya normal kok. Dimana yang cewe mulai agak senang berdandan cantik untuk menarik minat cowo-cowo dan yang cowo-cowo mulai berusaha tampil keren dan gagah.

Dua diantara anak laki-laki bernama Acong dan Gin-gin beberapa bulan lalu sempat membuat heboh karena berkelahi memperebutkan cinta Yolan hingga membuat kaget orang-orang dewasa saat melihat dua bocah ingusan beradu jotos demi cinta. Parahnya Yolan tidak memilih salah satu dari mereka berdua sehingga Acong dan Gin-gin menjadi bahan tertawaan karena memperebutkan pepesan kosong dan mereka mendapat wejangan tidak hanya dari orangtuanya tapi juga dari para orang tua lainnya disana-sini yang berpesan agar mereka fokus pada sekolah saja, jangan dulu memikirkan cinta, begitu pesan para orang tua.
Tingkah Acong dan Gin-gin saja rasanya sudah cukup membuat kami geleng-geleng kepala dan heran. Lalu haloooooo, ketika tadi pagi  aku menonton berita di televisi ada satu berita yang membuat mataku melotot, mulut mangap, tubuh kaku dan otakku memerlukan waktu yang agak cukup lumayan lama untuk mencerna beritanya “5 bocah SD mencabuli temannya di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.” Tadipun diberita siang masih sering ditayangkan tuh, nanti di berita sore juga pasti ada lagi. Beritanya heboh seheboh berita bocah disemen dan berita ini menambah urutan berita yang membuatku heran dan menimbulkan pertanyaan dibenakku “Ada apa ini? Dimana letak hati dan otak saat ini?”

Sekarang Polisi sedang memeriksa kelima pelaku dan korban dengan didampingi orangtuanya karena para pelaku dan korban termasuk anak di bawah umur. Mereka berusia 11 tahun dan masing-masing duduk di kelas 4 dan 5 SD "Heiiiiiiiiiii itu bahkan masih lebih muda dari anak kelas 6, OMG!". Informasi tayangan berita di televisi mengatakan bahwa sebelum mencabuli temannya sendiri secara bergiliran, para pelaku bermain bersama terlebih dahulu disekitar sekolahnya dan kelima bocah ini mengaku jadi tidak mampu mengendalikan nafsunya akibat keseringan menonton rekaman video mesum di ponselnya. Dan tadi diberita juga kulihat sudah mulai dilakukan razia ponsel anak sekolah untuk memberantas video mesum yang sudah pasti bukan tontonan anak SD (jika tanpa bimbingan orangtua menurutku).

Beberapa orang merasa bahwa berita ini sudah mencoreng dunia pendidikan dan dunia anak lalu mulai menyalahkan para orang tua, peran agama, teknologi, guru dll. "Trus aku mau nyalahin siapa dong?" Bingung. Hemm bagaimana jikalau aku tidak perlu menyalahkan siapa-siapa karena bagiku berita ini sudah mencoreng semua orang dan aku menganggap bahwa ini adalah satu pelajaran berharga dari 5 bocah di Gowa. Tidak mungkin menyalahkan lima anak itu karena mereka toh memang tidak paham jika berhubungan intim berramai-ramai bisa menimbulkan bahaya penyakit kelamin dan mereka tidak diberitahu bahwa menonton film porno bisa meningkatkan libido mereka yang berada dalam masa pertumbuhan dan menurutku, sebenarnya kelima anak ini sudah lebih dulu dicabuli oleh nafsu birahi jadi jangan disalahkan tapi harus dirangkul.

Pihak berwenang perlu mengetahui jelasnya dari mana video porno itu mereka dapatkan, itu sudah pasti. Sedangkan aku juga ingin tahu tindakan cabul macam apakah yang kelima bocah itu lakukan pada anak gadis malang itu. Apakah ada penetrasi hingga ejakulasi, sekedar oral seks atau bagaimana. Ini perlu untuk pemeriksaan, khawatir ada penyakit kelamin yang ditimbulkan baik pada pelaku ataupun korban tapi pasti pihak berwenang sudah akan melakukan pemeriksaan kesehatan mereka, aamiin.
Bagiku jika anak laki-laki yang sudah akil baligh dan dewasa sudah jelas ciri-cirinya, yaitu mereka akan ereksi saat dorongan syahwat meningkat tapi anak umur 11 tahun bagaimana? Apakah sama? Apakah anak laki-laki umur 11 tahun sudah memiliki dorongan seksual seperti orang dewasa? Entahlah, sayangnya aku bukan anak laki-laki. Mungkinkah menonton video porno bisa mempercepat akil baligh anak laki-laki?

Rasanya ini menjadi pelajaran mahal dan menjadi tamparan sekaligus menjadi peluang untuk setiap orang. Kenapa tamparan, karena menyadarkan kita untuk semakin perduli kepada anak-anak dan menjadi peluang karena dengan adanya kejadian ini, kita bisa menyelamatkan anak-anak lainnya di negeri ini dari bahaya film porno. Saat ini sangat mudah sekali untuk mengaksesnya tanpa perlu membeli kepingan cd film porno secara sembunyi-sembunyi seperti zaman dahulu. Bahkan menurut beberapa orang, film porno juga bisa diakses melalui beberapa situs di internet (setahuku sih sudah di blokir ya, tapi nggak tahu juga karena nggak pernah juga menjelajah situs-situs begituan).
Media untuk mengakses yang aku tahu dan simple adalah melalui handphone (sila di cek barangkali ada di memory hp anda atau pacar anda, suami, teman, kakak, adik atau jangan-jangan pada koleksi anda ya? Hehehe) Film porno yang ada di satu ponsel bisa berpindah dengan mudah ke ponsel lain melalui bluetooth, Bbm atau cara-cara lainnya. Kemudahan ini membuat film itu bisa dengan mudah untuk sampai ditangan anak-anak dan akhirnya mereka melihat adegan laki-laki dan perempuan tanpa busana saling jilat, saling raba, saling tonjok, hajar, siksa, banting (lho iki film porno opo smackdown ya?) Yah pokoknya begitulah, adegan yang tentunya anak-anak tidak tahu apa maksud dan tujuan serta akibat yang akan ditimbulkan.

Mungkin pendidikan seks usia dini harus kembali digalakkan sejak masih duduk disekolah dasar mulai kelas empat SD jika perlu karena aku sendiri baru mendapatkannya saat SMP diluar jam pelajaran setiap hari Jumat yang disebut kelas “Keputrian”. Seperti namanya kelas ini khusus remaja putri dengan topik-topik menggelikan pada saat itu sehingga selalu menimbulkan ‘paduan suara’ yang kompak berbunyi “Huuuuuu” dari anak-anak perempuan yang merasa geli.

Rasanya juga memang jadi perlu digalakkan bimbingan para orang tua tentang edukasi seks untuk anak. Jika ingin cara yang extreme bisa dengan mengajak putra putrinya menonton film porno bersama atau memberikan bimbingan lain tentang seks sebatas yang perlu anak-anak ketahui dan barangkali sudah tidak musim juga untuk tabu dalam membicarakannya dengan anak. Perlu bimbingan kakak pada adiknya, perlu bimbingan dari pihak sekolah, perlu bimbingan dari rumah-rumah ibadah sehingga anak-anak akan mendapat pengetahuan seks dari berbagi sudut pandang. Semua perlu membimbing, semua perlu perduli dan semua perlu untuk ikut andil.

Aku mengajak agar kita mulai melihat sekitar kita agar orang yang ada disekitar kita tidak menjadi pelaku atau korban nafsu birahi. Ah aku juga si Stroke Survivor ini mau ikut ambil bagian ah. Barusan aku cek hp adik laki-lakiku dan Alhamdulillah hasilnya nihil lalu aku bertanya pada beberapa anak disekitar rumah siapa saja yang memiliki handphone. Dari 10 anak hanya 2 anak yang memiliki handphone dan ada 1 anak yang hanphonenya bisa menyimpan video dan Alhamdulillah hasilnya juga nihil. Barusan juga kami sedikit berbincang, entah darimana anak-anak ini tahu berita 5 bocah dari Gowa karena kurasa mereka juga tidak suka menonton berita. Mungkin mereka mendengarnya dari orang dewasa disekitarnya yang sedang berbincang atau mungkin sudah dinasehati gurunya.

Anak-anak itu bertanya apa itu mencabuli, dan aku jawab itu adalah perbuatan jahat yang menyakiti orang lain sama halnya seperti mencuri. Sebagian dari mereka juga bertanya apa itu film porno dan sebagian lainnya mengaku sudah tahu bahkan sudah pernah menontonnya (hadehhh). Kujelaskan pada mereka bahwa film porno adalah filmnya orang-orang gede dan anak-anak itu sebaiknya menonton film kartun tapi bukan kartun (anonoh) atau film anak-anak saja. Kuberitahu bahwa menonton film porno saat masih anak-anak adalah kejahatan atau perbuatan yang tidak baik.

Setelah berbincang, anak-anak itu kembali bermain, mereka berteriak, berlarian kesana kemari, menangis minta jajan, tidak merasa ada rintangan apapun karena hidupnya memang tidak ada beban, itulah dunia anak-anak sejati. Begitupun dengan lima anak pelaku tindakan cabul, mereka tidak boleh dibebankan apapun. Orang dewasa disekitarnyalah yang harus menanggung beban ini karena nafsu sudah lebih dulu mencabuli 5 bocah dari Gowa sebelum mereka berlima secara bergiliran mencabuli gadis malang itu.

Bayangkan jika ini terjadi pada anak lainnya dan tidak menutup kemungkinan anak anda atau orang terdekat anda. Ketika nafsu birahi yang ada meminta untuk dilampiaskan lalu kepada siapa harus disalurkannya? Jadi ayo selamatkan anak-anak disekitar kita.

Senin, 01 April 2013

Saat Musibah Jadi Anugerah





“Katany nggak akan bikin surprise! Ini apa? Loh kok kue nya hancur HAHAHAHAHA”
“Bodoh, mana ada orang yang bikin surprise dan bilang-bilang sayang? Ada-ada aja kamu tuh!” Ucapku dan sungguh itu adalah respon yang tidak kuduga. Saat Uti membuka pintu dan melihatku berdiri dihadapannya tepat pukul dua belas malam sambil memegang kue tart berhiaskan lilin menyala berangka 27, aku pikir dia akan menunjukkan ekspresi terharu, menutup mulutnya dengan tangan dan hanya berkata “Hendra” menyebut namaku dengan pelan karena tidak mampu berkata apapun lalu dia akan menitikkan air mata tapi ternyata dia malah tertawa terbahak-bahak melihat kue tart hancur yang kubawa. Tawanya baru berhenti ketika Ibunya datang dan menjitak kepalanya sambil berkata “Nggak ngehargain!”
Aku hanya mampu berkata “Maaf Neng, kue ini tadinya bagus kok cuma karena dibawa pake motor dan disimpen di box belakang jadi aja ancur karena goyang-goyang selama perjalanan.” Ucapku sambil meletakkan kue dan bergegas mengambil Bunga Mawar putih dan kado kecil yang sudah kusiapkan untuknya.
“Hahaha. Maaf ya Ndra! Nggak apa-apa kue nya bagus banget kok. Yes aku dapet kado!” Ucapnya sambil menahan tawa dan mengambil kado dari tanganku lalu dia membukanya dengan riang.
Uti adalah pacarku dan hari ini dia berulang tahun dan niatku adalah ingin membuat surprise tapi seperti biasa pasti saja selalu gagal dan tidak pernah tercipta suasana yang romantis. Terakhir aku datang membawa boneka dan bunga dan dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karena pada boneka masih tercantum harga dan reaksinya membuatku malu bukan main. Uti tidak berusaha sedikit berpura-pura bahwa dia tidak melihat harga itu untuk menjaga perasaanku karena dia sungguh orang yang ekspresif dan itu membuatku selalu tampak konyol sehingga menghilangkan reputasiku sebagai laki-laki idola setiap wanita, laki-laki yang selalu tahu bagaimana perempuan ingin diperlakukan. Aku seperti seorang Casanova yang jadi Badut dibuatnya.
Pacar-pacarku sebelumnya selalu romantis dan bersikap manis tapi itu tidak berlaku pada Uti. Jangankan bersikap manis bicaranya saja selalu ceplas ceplos dan suaranya seperti orang yang berbicara menggunakan Toa karena suaranya besar dan menggelegar sehingga jika kami sedang mengobrol di tempat umum, terkadang aku harus berulangkali mengucap “Sssstt, pelanin dikit suaranya!” Apalagi jika dia sudah mulai tertawa, haduh merepotkan dan malu sekali rasanya jika tawanya sudah mulai pecah karena selalu bebas tanpa kendali, lepas tanpa ada yang mampu menahannya dan terkadang justru malah mengundang orang disekitarnya untuk ikut tertawa saat melihatnya tertawa karena tawa renyahnya yang menular.
Dulu, jika aku mendatangi mantan-mantan pacarku saat apel di malam minggu, aku selalu mendapati mereka yang bersikap jaim (jaga image) dan juga malu-malu saat berbincang dan mereka juga selalu bersolek sebaik mungkin saat menyambut kedatanganku tapi lain sekali dengan Uti. Saat aku ngapel, aku selalu mendapatinya bercelana boxer anak laki-laki, berkaos oblong dengan rambut acak-acakan dan wajah berminyak pertanda belum mandi padahal aku selalu mengabarinya terlebih dahulu sebelum aku datang. Saat mengobrol dia tidak pernah malu-malu hingga kadang sikap cueknya membuatku geleng-geleng kepala.
Hahaha itulah Uti pacarku paling aneh yang sebelumnya tidak pernah mau mengatakan I Love You karena baginya itu menjijikkan tapi Uti adalah pacar yang menjalin hubungan paling lama denganku. Biasanya usia hubunganku dengan mantan-mantanku hanya hitungan bulan dan yang paling lama adalah dua tahun dengan Sarah.
Uti adalah pacarku yang berada dikategori tidak layak untuk digandeng karena memiliki nilai paling rendah secara fisik dibanding mantan-mantanku. Dengan skala 1 sampai 10 maka nilai Uti adalah 4 dan entah kenapa seleraku bisa berubah begitu rendah dan ini adalah sebuah kemunduran bagiku.
Dulu aku hanya iseng menerima ajakannya untuk pacaran dan aku berniat akan memutuskannya setelah satu bulan atau paling lama tiga bulan karena aku sungguh tidak menyukai segala macam perangai Uti dan aku sempat membencinya. Aku bahkan enggan memperkenalkannya pada teman-temanku dan dia selalu berjalan dua meter dibelakangku saat kami pergi ke mall dan aku akan selalu membantah jika ada yang menanyakan kebenaran hubungan kami. Sungguh Uti adalah musibah bagiku dan temanku mengatakan bahwa aku sial akibat kutukan banyak perempuan yang kusakiti di masa lalu bahkan ada yang mengatakan bahwa Uti mengguna-gunaiku.
Tapi rasa sayangku pada Uti akhirnya muncul dengan sendirinya oleh kekuatan mistis cinta tanpa paksaan. Semakin aku mengenalnya, lambat laun membuatku selalu semakin merasa nyaman saat berada didekatnya dan aku ingin selalu bersamanya. Hari demi hari kulewati dengan penuh tawa saat bersamanya. Hari berganti minggu, minggu menjadi bulan dan bulan menjadi tahun dan tidak terasa dia membuatku bertahan untuk terus berada disampingnya sudah hampir lima tahun ini. Rasanya dia layak mendapat penghargaan karena berhasil membuat kisah “Beauty&The Beast” menjadi nyata dengan lagu The Changcuters yang berjudul I Love You Beibeh yang menjadi soundtracknya.
Kadang dia juga menjengkelkan dan menyebalkan karena sering mendominasi dan emosinya kadang meluap-luap tapi tidak sedikitpun bisa mengurangi rasa sayangku padanya dan aku tidak bisa marah untuk waktu yang lama padanya.
Uti selalu membuatku tertawa dengan segala macam tingkah konyolnya yang seperti anak-anak yang bebas lepas tanpa beban. Dia tidak pernah ambil pusing masalah yang ada dan selalu berhasil menemukan jalan keluar atas setiap masalahnya ataupun jika tidak menemukan jalan keluar dia selalu tetap bisa tenang dan bertahan dalam situasi tersulit. Dia memiliki pemikiran-pemikiran cerdas dan bagiku dia menjadi teman yang asik untuk berdiskusi saat perempuan lain yang kutemui hanya mampu berdandan dan belanja.
Bagiku Uti juga seperti tukang sulap, jika kancing bajuku copot dia akan menjahitnya sendiri. Jika keuanganku minim tapi ingin makan enak, dia selalu tahu tempat yang pas, enak dan murah meriah. Jika aku sedang butuh teman tahu-tahu dia sudah ada dihadapanku menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya menuju rumahku. Saat istirahat makan siang dia sudah berada dikantin tempatku bekerja dengan kotak makan berisi masakannya yang lezat. Dia datang mengantarkan makan siang untukku dibawah teriknya matahari dan aku tahu sebetulnya dia sangat sensitif dengan terik matahari yang selalu akan membuatnya mimisan. Jika aku tidak mengetahui tentang suatu hal maka dia akan dengan sabar mengajariku dan hanya menunjukkan ekspresi kesal sesekali saja. Saat dunia menjauhiku, saat semua orang memalingkan wajahnya dariku, saat aku dibuang dan dianggap nista dan saat tidak ada satupun orang yang menolongku dari kesulitan, maka Uti selalu ada disampingku dan membantuku semampunya padahal aku tahu hidupnya pun cukup rumit.
Jiwa sosialnya memang tinggi dan bukan hanya padaku saja. Aku pernah melihatnya menyerahkan uang 250ribu terakhir miliknya pada temannya yang bercerita bahwa bayinya yang baru lahir ditahan pihak rumah sakit karena tidak ada uang untuk membayar biaya persalinan dan dia menyerahkan semua yang dia miliki sehingga hal-hal seperti itu kadang membuatku marah jika dia sudah mulai loyal membantu orang karena bagiku dia terlalu mudah percaya tapi dia selalu berkata dengan santai “Nanti juga aku ditolongin Tuhan kok kalo nggak punya uang dan aku pasti nggak akan pernah nggak punya uang kan banyak temen yang mau minjemin asal jangan lupa bayar!”
Keyakinan pikirannya sangat kuat dan itu selalu benar terjadi. Saat dia tidak memiliki sepeser uang dan ban motornya bocor dia akan menitipkan KTPnya pada tukang tambal lalu tiba-tiba dia menemukan uang di jalan raya dalam perjalan pulang yang akhirnya dia pungut lalu dia kembali pada tukang tambal. Membayar hutangnya dengan uang temuan dan mengambil KTPnya.
Begitupun padaku, dia memiliki keyakinan yang kuat atas diriku yang ada dalam pikirannya. Berulangkali aku menyakitinya dengan berselingkuh, menghardiknya dan merendahkannya agar dia menjauhiku tapi dia selalu bertahan tidak mau pergi. Dia selalu mengatakan bahwa dia akan selalu memenuhi janjinya yaitu ketika aku pernah mendatanginya pada suatu malam dalam keadaan mabuk dan aku berkata “Apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku.” Uti mengiyakannya dan itu adalah kejadian lima tahun lalu di usia 4bulan hubungan kami dan dia memenuhi janjinya hingga kini. Apapun yang kulakukan dia selalu berkata “Kamu itu sayang sama aku tapi kamu masih belum mau mengakuinya aja.” Dan itu memang benar ternyata aku menyayanginya dan rasa sayangku kini membuatku jatuh cinta kepadanya.
Jangan iseng-iseng dengan cinta karena kau bisa terjebak di dalamnya dan aku mengalaminya. Aku terjebak dan enggan keluar dari jerat cintanya walau sekeras apapun aku dipaksa untuk keluar karena aku suka dengan jebakan indah ini. Dia tidak cantik tapi kecantikan perilakunya sungguh bersinar terang bagiku, dia memang kasar tapi kelembutannya tulus dan dia adalah jimat keberuntunganku, dia tidak pernah menghianatiku, dia menenangkan, dia damai dan dia adalah musibah yang menjadi anugrah yang Tuhan berikan untukku yang akan selalu kujaga selamanya.




ketika Ononk jujur
@sutrimanik